Ini apa lagi bu? Bukannya cuka itu banyak dijual dan harganya murah? Kenapa repot-repot membuat cuka sendiri di rumah? Tahu tidak cuka itu ada 2 macam, cuka buatan dan yang dibuat secara alami dengan fermentasi. Cuka buatan berasal dari proses destilasi, sedangkan cuka alami adalah berasal dari fermentasi buah-buahan yang banyak mengandung gula. Cuka yang didapatkan dari proses destilasi bisa dimakan juga dan bisa didapatkan dalam waktu singkat. Sedangkan cuka yang didapatkan secara alami dari fermentasi buah-buahan rasan dan baunya lebih kompleks karena melibatkan bakteri juga bergantung bahan asalnya. Prosesnya cukup lama, tapi saya sabar, jadi saya putuskan bikin cuka sendiri yang melalui fermentasi alami. Sedangkan cuka yang saya beli dari pasar saya gunakan untuk bersih-bersih tidak saya makan 😎.
Cuka bisa berasal dari fermentasi buah-buahan lain seperti nenas, strawberry, dll, bahkan bisa juga bisa dari fermentasi nasi, ubi. Kenapa apel? Karena ini yang paling mudah, jadi cocok dengan newbie pembuat cuka. Proses pembuatan cuka di cuaca tropis kita memakan waktu minimal 2 minggu sampai betul-betul stabil tidak ada lagi proses fermentasi.
Halal dan Haram Cuka
Saya bukan ibu ustadzah ahli fikih, tapi sebagai seorang muslim saya mencoba belajar halal haram sebelum membuat dan makan sesuatu. Suatu hari Rasulullah diundang seorang sahabatnya untuk disajikan hidangan. Sahabat yang mengundang tersebut ternyata bukan orang kaya. Rasulullah pada saat itu hanya disuguhi roti dan cuka. Rasulullah sangat menjaga perasaan sahabatnya. Supaya sahabatnya yang mengundang merasa senang, maka Rasulullah berkata:” Sebaik-baik makanan adalah cuka”. Sudah adalah teknologi destilasi pada saat itu? Saya yakin belum, saat itu semua cuka berasal dari fermentasi. Jadi Rasulullah itu pernah makan cuka yang berasal dari fermentasi, artinya cuka itu halal.
Prinsip di dalam ilmu fikih adalah semua makanan dan minuman itu halal kecuali ada dalil bahwa suatu makanan atau minuman disebutkan haram dalam Al-Quran atau hadits. Sehingga hukum awal cuka adalah halal. Tetapi.. kita harus hati-hati. Karena suatu hari ada seorang anak yang diwarisi cuka yang berasal dari khamar dan pada saat itu Rasulullah memerintahkan untuk membuangnya. Sehingga bisa disimpulkan bahwa cuka yang berasal dari fermentasi alkohol itu hukumnya haram.
Kenapa ada perbedaan bahan yang digunakan? Namanya juga orang jualan, pengusaha.. mereka pengen cepat prosesnya. Jika prosesnya lebih cepat bisa mengurangi biaya produksi dan bisa mendapat keuntungan lebih cepat juga. Fermentasi cuka dari alkohol lebih cepat dan lebih murah dibandingkan fermentasi yang berasal dari buah.
Jadi bisa disimpulkan:
- Semua cuka yang berasal dari fermentasi buah-buahan, nasi, ubi, beet, semua yang berasal dari makanan halal adalah halal.
- Asal tahu saja ada juga yang asalnya dari alkohol lalu difermentasi menjadi cuka, seperti apel cider vinegar (berasal dari fermentasi apel dicampur cider), sherry vinegar, wine vinegar, rice wine vinegar dll pokoknya yang asalnya atau dicampur dengan alkohol itu haram.
Sehingga saya bekeyakinan bahwa cuka yang saya buat itu halal karena saya tahu asalnya dari buah-buahan adalah halal. Clear ya… Etapi kalau ada yang berpendapat lain boleh kita diskusi ya.

Proses Pembuatan Cuka dengan Fermentasi Alami
Proses fermentasi dari buah menjadi cuka melibatkan bakteri dan ragi (sejenis jamur). Ragi mengubah gula dalam buah menjadi alkohol kemudian bakteri mengubah alkohol menjadi cuka. Kalau dibuat dari makanan yang mengandung gula kompleks seperti ubi atau nasi rantainya lebih panjang lagi, nasi harus diubah dulu menjadi gula, lalu gula jadi alkohol selanjutnya alkohol menjadi cuka. Sehingga banyak pengusaha cuka yang memotong rantainya lebih pendek, yaitu cukup mengubah alkohol menjadi cuka.
Pemilihan buah sangat penting untuk menghasilkan cuka dengan kualitas baik. Pilih buah yang sudah sangat matang yang banyak mengandung gula. Jenis buah ini akan banyak menghasilkan alkohol yang akan diubah menjadi cuka oleh bakteri. Pada saat pengubah alkohol menjadi bakteri dibutuhkan oksigen, berkebalikan dengan pengrajin minuman alkohol yang menjauhkan oksigen dalam minuman alkohol mereka selama proses aging.
Industri cuka juga melibatkan bakteri untuk fermentasi tapi bahannya adalah gula dan gulanya bisa gula sintetik, bahkan gula berbasis selulosa yang sebenarnya tidak untuk dimakan. Mereka memompakan oksigen banyak-banyak untuk mempercepat fermentasi. Karena prosesnya yang dipercepat sehingga rasa cuka yang terbentuk ya rasa asam cuka saja tidak ada rasa-rasa sedikit manis dan wangi buah.
Membuat Ragi Liar
Sebelum fermentasi cuka dari apel terlebih dahulu kita harus menangkap ragi liar. Ragi tersebut akan mengubah gula menjadi alkohol. Ragi adalah sejenis jamur yang berada di udara tapi lebih banyak di kulit buah-buahan atau sayur-sayuran. Saya membuat ragi liar dari apel. Berikut urutan pembuatan ragi liar:
- Siapkan 2 buah apel matang.
- Cuci apel dengan air.
- Potong-potong apel menjadi beberapa bagian supaya bisa masuk toples.
- Siapkan toples cukup besar (di atas 1 liter).
- Masukkan 1 gelas air ke dalam toples, masukkan 1 sendok makan gula pasir. Aduk-aduk sampai larut.
- Masukkan potongan apel.
- Tutup toples dengan kain ikat dengan karet.
- Fermentasi apel selama beberapa hari sampai tidak ada lagi busa yang naik.
- Keluarkan apel dari toples. Apelnya menjadi bibit ragi liar dan airnya bisa difermentasi menjadi cuka.

Prosedur membuat cuka apel
- Siapkan 3 buah apel. Blender apel dengan segelas air. Peras hanya tinggal jus apel.
- Siapkan toples 1 liter.
- Masukkan jus apel ke dalam toples.
- Masukkan bibit ragi apel liar yang sudah kita fermentasi sebelumnya.
- Fermentasi sampai tidak ada lagi busa yang keluar.
- Keluarkan apel dari toples.
- Fermentasi kembali sampai menjadi cuka. Saya biasanya mengukur pH harus antara 3 – 4.
- Masukkan cuka ke dalam botol. Tutup botol dengan rapat. Biarkan dalam botol selama beberapa bulan (biasanya 6 bulan). Setelah itu wangi cuka berubah wangi asam buah segar.
Selain apel, saya juga membuat cuka dari nenas, prosesnya sama hanya jus apel diganti dengan jus nenas. Total beberapa botol cuka yang saya buat, lebih dari cukup untuk kebutuhan saya sehari-hari di dapur, tidak akan habis dalam setahun 😀 .


Leave a reply to Canning Series #4: Saus Tomat – Yanti's Garden Cancel reply