
Salah satu urusan penting yang harus saya pikirkan pada saat musim mudik lebaran seperti ini adalah bagaimana dengan nasib kucing-kucing saya pada saat mudik? Saya memiliki 2 ekor kucing dan ke manakah mereka harus saya titipkan kalau saya pergi mudik?
Ada berbagai jasa penitipan binatanag peliharaan di pet shop tapi harganya bikin sakit perut dan tidak tenang menikmati mudik. Satu hari dibandrol 40 ribu rupiah per ekor, kalau 10 hari mudik saja sudah 400 ribu rupiah. Saya punya 2 kucing jadi total jendral harus mengeluarkan uang 800 ribu rupiah hanya untuk urusan kucing. Mending uangnya dipake beli baju lebaran. 😬😬
Ada jalan lain yaitu nitip ke tetangga yang tidak mudik. Masalahnya terletak pada tidak semua tetangga suka kucing. Nanti kalau beliaunya lupa ngasih makan dan minum terus kucing saya tewas gimana. Gak enak kan tetangga jadi merasa bersalah karena sudah membuat kucing mati. Padahal kan cuma ketitipan doang. 😒😒
Jalan satu-satunya yang saya pilih adalah membawa serta kucing-kucing saya mudik. Mungkin kucing saya adalah termasuk kucing langka yang harus ikut mudik pada waktu lebaran. Jadi mau tidak mau saya tidak bisa naik kendaraan umum saya harus membawa mobil sendiri. Jadilah saya harus mempersiapkan banyak hal bukan hanya baju-baju dan perlengkapan lain milik saya tetapi juga milik kucing saya. Makanan harus cukup dan tidak lupa pasirnya. Ribet ya.. Memang. Sedikit diperbudak sama binatang peliharaan. 😄
Yu-chan kucing saya yang cewek tahun kemarin sudah pernah ikut mudik. Dia memang kucing super manis yang tidak pernah rewel. Sepanjang jalan hanya tidur dan tidur di keranjangnya. Sekali-sekali bunyi ngeong-ngeong kalau ingat sama ibunya. Cukup dielus-elus sebentar sudah tenang kembali. Agak mirip-mirip bawa pergi bayi gitulah.
Karena saya harus menyebrang selat sunda menggunakan kapal ferry, maka pada saat di kapal saya harus turun dari mobil. Penumpang dilarang untuk tinggal di mobil pada saat kapal jalan. Nah kucing saya gimana? Kalau ditinggal panas dong.. Ya dengan sangat terpaksa saya bawa ke kapal. Untunglah di kapal kalau musim mudik crowded banget, jadi awak kapal tidak akan ngeh kalau ada binantang di kapal. Tapi sepertinya aman-aman saja pada saat di kapal, hanya tatapan aneh orang-orang aja yang agak bingung karena saya bawa-bawa keranjang isinya kucing.
Jadi sepertinya saya bawa mudik kucing tidak masalah, mudah-mudahan tahun ini selamat juga. 😊 Masih lumayan saya punya peliharaan kucing yang bisa dibawa mudik, nah teman saya punya peliharaan ikan di rumahnya. Masa ikan dibawa-bawa. Nah kalau itu terpaksa harus menyewa jasa nany sementara selama mudik untuk mengasuh ikan-ikannya. Ribet ya punya binantang peliharaan? Memang, tapi sudah terlanjur sayang dan konon punya binatang peliharaan juga ada manfaatnya lho untuk pemiliknya. Bisa mengurangi stress, tekanan darah dan perasaan sepi. 😊
Bagaimana ada yang mudik dan senasib dengan saya ribet dengan binatang pekiharaan?

Leave a reply to senangsenangyuks Cancel reply