
Setelah saya posting tentang meningkatkan produktivitas bekerja, nampaknya belum ada perubahan signifikan dari produktivitas saya hiks hiks. Saya masih jalan di tempat tidak berdaya. Tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, saya harus mengadakan revolusi mental (meminjam istilah kampanye calon presiden 🙂 ). Tapi ini beneran, kalau tidak saya bisa terseret-seret jauh tertinggal oleh teman-teman di belakang.
Mencari akar masalah
Apa yang saya rasakan adalah tidak adanya semangat untuk mencapai apapun. Saya tidak memiliki motivasi apapun untuk meraih sesuatu. Saya tidak perduli dengan dunia dengan apa yang terjadi di sekitar. Waktu serasa berhenti berputar. Masalahnya di mana? Apa yang terjadi?
Setelah gejolak gelombang dan puting beliung yang menerpa hidup sepertinya saya merasakan kelelahan akut. Tenaga, waktu dan pikiran habis untuk menghadapi masalah dan kekacauan gelombang kehidupan pribadi saya. Tapi lagi-lagi ini tidak bisa menjadi alasan untuk berdiam diri dan merenungi nasib, lets move on.
Setelah berdiskusi panjang dengan seseorang tentang masa depan hari ini saya merasa lebih semangat. Mungkin kepastian masa depan, tidak ada keraguan dan apa yang akan di lakukan secara detil dan spesifik ke depan itu menjadi penting sebagai tujuan hidup kita dan fokus untuk mengejarnya.
Mengalahkan diri sendiri sedikit demi sedikit
Never settle… go after your dreams aggressively. Ignore the doubters, step over them. Stay focus on your prize.― Michael Barbarulo
Saya sekarang memiliki harapan di masa depan dan harus memulai sesuatu dan mengalahkan diri sendiri sedikit demi sedikit. Saya sedang mencoba melakukan beberapa hal:
- Memulai hari lebih semangat. Biasanya setiap pagi saya mengalami morning sickness. Saya malas bangun, pusing memikirkan kebosanan hari ini di tempat kerja, pusing memikirkan tugas-tugas gak jelas, dan banyak lagi. Pokoknya setiap bangun pagi dimulai dengan pikiran yang buruk.
- Lebih dekan dengan Tuhan. Mumpung bulan puasa momennya tepat untuk lebih dekat dengan Tuhan, shalat tepat waktu, lebih pasrah dengan takdir yang digariskan dan memilliki harapan untuk masa depan.
- Mulai mencicil pekerjaan sebanyak apa pun tidak sukanya dengan pekerjaannya. Sebagimana pun kecewanya dengan sistem di tempat kerja, setidak sukanya dengan pejabat-pejabat di sana pekerjaan adalah tetap kewajiban yang harus diselesaikan. Segera mulai mencicil pekerjaan dari yang kecil sampai yang besar.
- Lebih semangat mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak yang spesial untuk berbuka puasa dan sahur, membersihkan rumah dan beberapa pekerjaan rumah lainnya.
- Berolah raga dan mengerjakan hobby. Saya sudah pensiun main media sosial, saya jarang sekali buka facebook, tidak punya twitter atau media sosial lainnya. Saya hanya berbagi banyak hal di blog yang tidak mengharuskan dibuka setiap saat. Kalau olah raga, hmmm baru mulai kembali mudah-mudahan konsisten.
Hidup adalah milik kita, mau bahagia atau tidak kitalah yang menentukan. Saya memilih untuk bahagia sebanyak apa pun badai kehidupan yang datang.
Demikian curhat hari ini sebagai pemanasan sebelum memulai pekerjaan berat hari ini. 🙂

Say something and leave your trace here