Tepat sebulan saya mencoba belajar berjualan , banyak hal yang saya pelajari yang jelas jualan itu perlu mental sekuat baja 😀 .

Belajar berhitung

Jangan jualan hanya karena fomo atau ikut-ikutan tapi harus berdasarkan angka dan data. Banyak orang yang terkagum-kagum dengan omzet. Baru 6 bulan omzet sebulan sudah 200 juta, tapi tidak berhitung keuntungan sebenarnya berapa, karena omzet adalah pendapatan kotor, belum dipotong biaya macam-macam.

Hitungan yang harus dilakukan adalah biaya fix selanjutnya margin. Hitung dulu biaya fix seperti gas, listrik, air, sewa, gaji karyawan, plus bahan baku dll, yang jualan laku gak laku tetap harus dibayar. Setelah angka fix baru hitung margin, mau margin kecil tapi putaran cepat atau margin besar untuk jaga-jaga sepi. Biaya fix dan margin dijumlahkan dibagi harga jual, jadi bisa terhitung harus target jual produk minimal berapa banyak supaya fix modal tertutupi, jual berapa banyak supaya ada keuntungan yang layak. Terdengar sederhana dan bikin panik kalau ternyata jualan sepi, sudah terhitung ruginya berapa. Tapi itulah, berjualan itu harus deal dengan uncertainity.

Membaca Selera Pembeli

Banyak produk yang saya coba, tapi tidak semua bisa diterima costumer, tidak apa-apa saya makan sendiri aja 😀

Bagian ini yang sulit, produk yang menurut kita enak, sehat dan dijual dengan harga murah ternyata tidak ada yang beli 😀 . Kita harus selalu jeli produk apa yang disukai dan tidak disukai pembeli. Jangan stuck dengan ide kita yang menurut kita bagus tapi ternyata doesn’t work pada saat jualan. Agak menyakitkan sih, kita sudah usaha semaksimal mungkin untuk riset, coba ini coba itu, setelah launching ternyata tidak laku. Teruslah berinovasi, sedikit sensitif dengan trend (walau jangan banyak, anggap trend sebagai bumbu), baca mana produk yang laku dan tidak laku. Pelajaran selanjutnya jangan baperan..

Tidak Baperan

Bagi yang tidak pernah jualan secara alami punya ego yang super tinggi, mendengar kritik itu menyakitkan. Kita sudah usaha sekuat tenaga menyenangkan costumer tapi ternyata terdengar kata-kata tidak enak, kritikan tajam, komplen ini itu rasanya sudah melukai ego kita. Tapi.. ini dunia jualan baperan dilarang di sini 😀 . Mental harus sekuat baja, masukan semua kritik sebagai pelajaran gratis, hasil riset gratis. Jika ada yang bilang makanannya tidak enak, apa yang tidak enak perbaiki. Jika ada yang bilang pelayanannya kurang baik, apa yang kurang perbaiki. Yang berbahaya justru costumer yang tidak puas dan tidak mengatakan apa-apa ke penjual, tapi menceritakannya ke setiap orang yang dia temui di semua tempat.

Menjaga Konsistensi Kualitas

Ini sulit sekali, hari ini enak besok tidak enak. Hari ini garamnya pas besok kurang garam. Bahan baku yang biasa digunakan tidak ada atau harganya naik harus tetap dibeli karena kalau ganti merk hasil dan rasanya berbeda. Semua bikin nangis, tapi tetap harus berusaha sekuat tenaga untuk konsisten dan konsisten dengan kualitas. Margin mungkin menipis tapi kalau kualitas diubah, costumer malah lari karena sadar kualitasnya berubah.

Di sinilah usaha kecil sulit bersaing dengan usaha besar. Mereka sudah punya alat dan mesin yang mahal untuk menjaga konsistensi kualitas dengan cara yang efisien. Sedangkan usaha kecil harus berusaha ekstra untuk supaya kematangan sama, ukuran sama, rasa yang sama setiap kali jualan. Kembali, jualan bukan hanya menjual produk tapi menjual mental, mental diuji dan diuji apakah kuat atau tidak.

Menjaga Mental Tetap Waras 😀

Kakak-kakak yang mau mencoba berjualan aka wirausaha, siapkan mental yang tahan banting ya. Menjadi karyawan lebih mudah, datang kerja, bekerja sesuai job desk, lalu dapat gaji. Malamnya bisa tidur dengan nyenyak tidak perlu memikirkan besok ada yang beli atau tidak, bisa tidak membayar karyawan dll, yang konsisten harus dihadapi oleh pengusaha.

Di sinilah orang terjebak dengan mitos kalau mau kaya jadi pengusaha. Memang betul, tujuan menjadi pengusaha adalah mencari untung (kalau bisa sebanyak-banyaknya), tapi bisa juga rugi (jadi nol malah minus karena hutang). Menjadi dosen bukan untuk kaya, sama sekali tidak bisa kaya dari menjadi dosen tapi juga kami tidak miskin. Pada saat COVID pengusaha panik dan banyak bangkrut dosen tetap hidup dan makan dengan layak. Kami masih tidur dengan nyenyak malam harinya. Tapi jelas kami tidak bisa tiba-tiba kaya mendadak karena gaji kami sudah terhitung berapa, kalau ada dosen yang kaya mendadak artinya..??

Menjaga mental tetap waras dan utuh sebagai pengusaha itu mutlak. Apa yang harus dilakukan pada saat untung banyak? Jangan buru-buru beli ini beli itu, ingin menunjukkan sudah sukses. Kalau mau berbagi, berbagilah diam-diam. Kalau mau menggunakan uang hasil bisnis gunakan sesuai kebutuhan, tetap menjadi orang humble. Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja kita, tapi nikmati dan gunakan secara bijak. Karena jika tidak, anda akan punya masalah pada saat jualan sepi..

Jika sudah terlanjur punya gaya hidup tinggi karena sudah merasa bisnisnya sukses, pada saat sepi dan margin turun akan sulit menurunkan gaya hidup. Pada saat sepi tidak perlu panik, cari tahu apa masalahnya. Apakah kurang inovasi? Apakah kurang efisien? Apakah ada saingan baru yang lebih baik dari kita? Cari tahu dan cari tahu lalu perbaiki. Jika lebih efisien mengantar barang sendiri antar sendiri, pokoknya lakukan apa yang perlu dilakukan untuk menjaga cash flow lancar.

Sudah siap menjadi pengusaha? Saya? Entah masih galau 😀 Saya belum 100% into the business. Saya masih belajar menjaga konsistensi kualitas produk, terus berinovasi, membaca selera costumer dan menjaga loyalitas costumer. Mencari costumer baru itu mudah, dengan hanya modal penasaran saja orang bisa datang, tapi menjaga mereka tetap loyal itu jauh lebih sulit. Perlu konsistensi kualitas dan pelayanan sepanjang waktu.. Costumer bisa hilang hanya karena 1 pengalaman buruk walau sudah mendapat 1.000 pengalaman baik.

Saya masih harus berbagi waktu dan tenaga dengan pekerjaan utama saya sebagai dosen, itu pekerjaan utama saya dan itu harus 100% memberikan yang terbaik. Jadi masih santai bisa menulis ini dan bisa menganalisa apa yang saya alami selama sebulan ini karena saya masih punya penghasilan lain dan itu yang utama. Menjadi pengusaha dilakukan di malam hari, paginya kerja seperti biasa. Sudah dapat untung? Entah.. rasanya malas berhitungnya 😀

Say something and leave your trace here

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,678 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim