Ada yang tahu millet itu apa? Millet adalah tanaman sekelompok serelia, tanamannya seperti padi tapi bulir-bulirnya berukuran kecil. Jadi pada intinya millet adalah biji rumput. Millet sudah dikenal di Indonesia sebelum keseragaman makanan pokok Indonesia menjadi nasi. Jenis millet di Indonesia dikenal dengan nama Jawawut, atau foxtail, jenis ini banyak ditanam di Jawa. Jenis millet lain juga ditanam di daerah Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Tapi.. ternyata sekarang ini millet lebih banyak untuk makanan burung. Saya membeli millet juga dari tukang pakan burung dan harganya murah. Apakah saya sudah kehabisan makanan sehingga berpindah makan makanan burung? Dunia kita dihadapkan dengan perubahan iklim global dan perubahan geopolitik, sehingga kita perlu membuat diversifikasi sumber karbohidrat kita. Bagaimana jika suatu hari dunia ini kekurangan air sehingga sawah-sawah gagal panen? Terus jadinya kita tidak makan karena tidak ada lagi nasi? Padahal banyak jenis tanaman lain yang berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif, salah satunya millet. Millet memiliki kelebihan bisa tumbuh di daerah kurang subur dan kurang air, cocok untuk tukang kebun malas, serta usianya pendek.
Millet memiliki gizi yang cukup baik. Kandung gizi millet adalah sebagai berikut: Karbohidrat: Sumber utama energi, satu cangkir milet matang mengandung sekitar 41 gram karbohidrat. Protein:Kandungan proteinnya bervariasi, tetapi cukup tinggi, misalnya milet pir memiliki sekitar 11,6% protein, lebih tinggi dari beras. Serat:Satu cangkir milet matang mengandung sekitar 2,2 gram serat, yang baik untuk pencernaan. Lemak:Milet adalah makanan rendah lemak secara alami, dengan satu cangkir matang mengandung sekitar 1,7 gram lemak, sebagian besar merupakan lemak tak jenuh.
Vitamin dan mineral penting:
- Fosfor: Sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
- Magnesium: Berkontribusi pada fungsi saraf dan otot.
- Zat besi: Penting untuk transportasi oksigen dalam darah.
- Vitamin B: Seperti folat (vitamin B9) dan niasin, yang berperan penting dalam metabolisme energi.
- Vitamin E dan K: Ditemukan dalam milet, meskipun jumlahnya bisa bervariasi.
- Antioksidan: Milet mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan.
Mari kita bandingkan nutrisi pada nasi putih: karbohidrat (sekitar 53,4 gram per 186 gram) yang menyediakan energi bagi tubuh.Selain itu, nasi putih juga mengandung sedikit protein (sekitar 4,4 gram per 186 gram), lemak (sekitar 0,4 gram per 186 gram), serat (sekitar 0,6 gram per 186 gram), dan berbagai vitamin B (seperti B1, B2, B3, dan B6), serta mineral seperti zat besi, mangan, fosfor, dan kalium.
Jika dilihat dari nutrisinya millet lebih unggul karena mengandung protein dan serat lebih tinggi. Tapi pasti ada alasan kenapa millet lebih banyak dimakan burung daripada manusia. Maka, sebelum kita gembar-gemborkan makanan alternatif ini, saya ingin mencobanya dulu apa rasanya millet kalau dimasak, siapa tahu saya juga tidak doyan, terus ternyata burung aja yang doyan. Apakah rasanya bisa diterima lidah manusia? Jadi saya putuskan mencoba memasak dan memakannya. Masalahnya millet yang saya dapatkan dari tukang pakan burung masih ada kulitnya, belum layak dimakan manusia hanya untuk makhluk yang memilki tembolok 😀 .
Menyiapkan millet menjadi makanan yang bisa dimakan manusia
Banyak jenis millet yang dijual di tukang burung: ada millet putih, millet kuning, millet merah, jawawut, dan millet hitam. Millet yang saya beli adalah jenis millet putih, walaupun ternyata setelah dikupas jadinya agak kuning gitu. Mengolah millet diawali dengan membuang kulit millet. Millet saya buang kulitnya dengan chopper. Awalnya saya coba tumbuk, tapi ternyata kulitnya keras dan bijinya kecil banget, jadi saya pindah dengan menggunakan chopper. Setelah millet di-chop, kulitnya akan lepas dan harus dipisahkan. Memisahkan kulit millet sama dengan memisahkan kulit padi yaitu dengan menampinya dengan tampah. Kalau waktu kecilnya dulu suka disuruh ibunya nampi beras, pasti jago la ya nampi millet. Dari 3 cangkir takar millet dengan kulitnya saya mendapatkan 2 cangkir takar millet bersih siap makan, kira-kira hilang 1/3 nya jadi sekam. Selanjutnya millet sudah siap dimasak. Sisanya kulit millet akan saya perlakukan seperti sekam padi, difermentasi jadi tambahan media tanam di kebun. Mari kita terapkan gaya hidup zero waste life.

Nasi Millet
Masalah dari millet adalah memiliki zat anti nutrisi asam fitat yang bisa menghambat penyerapan mineral seperti zat besi dan kalsium. Untuk menghilangkannya, millet direndam dulu selama beberapa jam, saya merendam millet selama 8 jam sebelum tidur untuk dimasak di pagi hari. Setelah millet direndam, lalu cuci sampai bersih, selanjutnya millet dimasak seperti masak nasi zaman dulu tanpa rice cooker. Saya coba memasak 2 cangkir takar rice cooker millet dan airnya 3 cangkir takar, lalu direbus sampai semua airnya meresap. Kemudian siapkan kukusan, kukus millet selama 15 menit. Ternyata saya masak terlalu banyak, millet mengembang lebih dari nasi.
Rasanya? Rasanya lumayan dibandingkan kalau suatu hari kita kehabisan nasi daripada kelaparan 😀 . Tidak salah manusia memutuskan nasi menjadi makanan pokok, ya.. memang nasi lebih enak. Millet lebih tidak ada rasa, datar aja nasi ada rasa lebih manis di lidah, tapi secara umum masih bisa dimakan. Teksturnya kalau baru dimasak lengket seperti nasi, setelah dingin menjadi lebih terpisah tidak lagi lengket. Jadi tidak heran orang-orang yang tadinya makan millet sebagai makanan pokoknya setelah disamakan menjadi nasi tidak mau kembali lagi makan millet. Saya makan pakai lauk sebagaimana saya makan nasi, habis juga, jadi kalau suatu hari beras tidak ada saya masih bisa makan makanan lain. Bagaimanapun millet potensinya cukup bagus, walaupun rasanya tidak seenak nasi tapi kandungan gizinya lebih baik. Ini jenis millet putih ya, mungkin bisa dicoba millet jenis lain, atau saya coba biji-bijian alternatif lainnya apakah lebih enak atau tidak. Nanti saya pilih mana yang menurut saya paling enak itu yang saya tanam di kebun.
Budi Daya Millet
Konon millet bisa tumbuh di sembarang tempat yang kurang subur pun dia mau tumbuh, jadi saya tanam di pot dengan tanah bekas tanaman lain. Nanti kita lihat produktivitasnya berapa banyak millet yang dihasilkan dari satu batang tanaman millet yang budidaya asal saja. Untuk sementara milletnya masih ditanam dan masih kecil, millet bisa dipanen setelah 70-120 hari setelah ditanam.
Bagaimana ada yang mau nyoba makan makanan burung ini? 😀


Leave a reply to Yanti Cancel reply