Kalau sudah tahu caranya ternyata simpel, tapi sebenarnya saya sudah mencoba beberapa kali dan berakhir gagal, seperti biasa. Jadi anak-anak, jangan takut gagal dalam belajar ya. Gagal adalah proses yang harus dilalui dalam belajar. Setelah melalui proses gagal jadi tahu ternyata yang gagal kemarin itu mudah. 🙂 Baiklah kita mulai pelajaran membuat tahu.

Diawali dengan pelajaran yang sedang saya ikuti, yaitu pelajaran membuat keju. Nah, pelajaran pertama adalah cara membuat susu menggumpal menggunakan asam, jadilah keju ricotta. Asam yang digunakan bisa asam sitrat, air jeruk lemon atau cuka. Kemudian saya terpikir sebelum teknik itu diaplikasikan menggunakan susu sapi kenapa tidak diaplikasikan dulu menggunakan susu kedelai, maka jadilah tahu, bukan keju 😀 .

Ibu ini bagi-bagi resep dan tata cara membuat tahu nanti merusak usaha tukang tahu! Saya tidak percaya itu. Begitu banyak video resep lengkap dengan step membuat tahu di Youtube tetep aja tukang tahu jualan tiap hari. Walaupun tahu caranya, belum tentu dipraktekkan. Sudah mempraktekkan ternyata gagal dan berhenti, mendingan beli tahu dari pasar. Sudah mempraktekkan dan berhasil, ternyata kadang mood kadang tidak bikin tahu, bisa bikin tahu tapi tidak ada waktu, atau sudah bikin ternyata rasanya tidak seenak tahu dari warung, jadi tetep aja ujungnya beli tahu di warung. Jadi don’t worry, ini resep untuk ibu-ibu yang senganggur itu seperti saya dan se-excited itu kalau belajar sesuatu. 😀

Membuat Susu Kedelai Encer

Proses pertama membuat tahu adalah dengan membuat susu kedelai versi encer, karena kita akan membuat tahu yang dipress. Bagi yang sudah biasa membuat susu kedelai bagian ini pasti sudah faham ya. Susu kedelai dikatakan encer jika memiliki perbandingan: kedelai kering : air adalah 1:8 ukuran volume. Ukuran volume bisa gelas, saya menggunakan cup standar untu memasak.

Bahan:

  1. 2 cups kedelai kering, kira-kira 320 g
  2. 16 cups air

Prosedur:

  1. Dimulai malam sebelumnya, rendam kedelai kering selama 8 jam.
  2. Pagi harinya: Siapkan panci ukuran cukup besar di atas kompor. Isi dengan 10 cups air, mulai panaskan.
  3. Siapkan 4 cups air untuk memblender, 2 cups air membilas blender.
  4. Blender kedelai dengan 4 cups air selama 1-2 menit sampai benar-benar halus, kalau blendernya kecil bisa dicicil. Masukkan kedelai yang sudah diblender ke dalam panci berisi air. Semuanya ya.. air dan sekedelai-kedelainya.
  5. Setelah kedelai terakhir, bilas blender dengan 2 cup air. Membilas blender juga airnya bisa dicicil.
  6. Setelah semua kedelai diblender, didihkan kedelai sampai benar-benar mendidih dan kedelai matang. Harus benar-benar matang memasaknya supaya tahunya nanti tidak berbau langu. Prosesnya harus terus diaduk jangan sampai lengket ke dasar panci.
  7. Siapkan saringan yang dilapisi kain untuk menyaring kedelai.
  8. Setelah kedelai mendidih dan matang, saring kedelai. Hati-hati panas..
  9. Saya tidak memerasnya karena panas, caranya silangkan kain saringan, tindih dengan benda berat seperti cobek dll. Biarkan airnya menetes sampai semua air kedelai kering.
  10. Susu kedelai sudah siap.

Proses Membuat Tahu

Setelah susu kedelai encer matang, selanjutnya adalah proses membuat tahu. Proses membuat tahu adalah proses memisahkan protein kedelai (dadih) dari whey (air buangan tahu). Proses tersebut terjadi pada saat susu kedelai dipanaskan lalu diberi koagulan asam misalnya cuka, perasan lemon atau asam sitrat. Tapi, ada koagulan yang lain untuk tahu yaitu GDL dan nigari. Saya menggunakan nigari sebagai koagulan. Nigari adalah nama bahasa Jepang dari magnesium klorida yang berasal dari proses membuat garam laut. Setelah garam mengendap sisanya adalah mineral nigari.

Bahan:

Menghasilkan 12 potong tahu, cukup dimakan 2-3 orang.

  1. Susu kedelai encer dari 2 cups kedelai kering
  2. 4 sdt nigari
  3. 1/2 cup air
  4. Air garam untuk merendam tahu

Prosedur:

  1. Masukkan susu kedelai ke dalam panci.
  2. Siapkan larutan nigari, campurkan nigari dengan 1/2 cups air, aduk sampai tercampur rata.
  3. Panaskan susu kedelai sambil diaduk-aduk jangan sampai gosong. Jika yang punya termometer, panaskan sampai 80 derajat Celsius, jika tidak punya termometer bisa dilihat susu sudah mulai keluar busa-busa di pinggirnya tapi jangan sampai mendidih ya.
  4. Siap-siap menambahkan nigari ke dalam susu kedelai.
  5. Tuangkan 1/3 nigari ke dalam susu kedelai panas, aduk susu kedelai searah beberapa kali, tunggu beberap detik.
  6. Tungkan 1/3 nigari lagi, aduk-aduk, tunggu lagi beberapa detik.
  7. Tuangkan sisa 1/3 nigari, aduk-aduk, tunggu beberap menit. Now the magic is happening.. sudah terlihat susu menggumpal (dadih) dan keluar cairan kuning yang disebut whey. Tunggu beberapa menit sampai semua susu menggumpal.
  8. Siapkan cetakan tahu, alasi dengan kain tipis. Letakkan di atas wadah untuk menampung cairan whey. Cetakan bebas aja ya..
  9. Tuang semua dadih ke dalam cetakan tahu. Tutup bagian atas dadih dengan kain tipis, tindih tahu dengan pemberat.
  10. Lama menindih tahu bergantung mau sepadat apa tahu yang diinginkan. Jika ingin tahu dengan kepadatan sedang, tindih dengan sesuatu dengan berat 1/2 kg selama 15 menit, jika ingin lebih padat perpanjang jadi 20 menit.
  11. Didihkan air garam yang sudah disiapkan, banyaknya hanya sampai bisa merendam tahu yang sudah jadi.
  12. Potong-potong tahu, rendam tahu ke dalam air garam panas. Tahu sudah siap untuk dimakan langsung atau dimasak sesuai selera masing-masing.

Selamat mencoba! 🙂

2 responses to “Sesimpel itu Ternyata Membuat Tahu”

  1. […] Tahap pertama membuat keju adalah menggumpalkan susu terpisah dari whey. Seperti membuat tahu di postingan ini. Koagulan yang digunakan dalam keju berbeda dengan tahu. Keju menggunakan rennet sebagai koagulan […]

    Like

  2. […] ya, saya mulai berpikir diapakan lagi kedelai saya. Ada beberapa jenis tahu, tahu press seperti posting ini, tahu sutera seperti tahu lembut yang dijual di supermarket dan puding tahu atau ada yang menyebut […]

    Like

Say something and leave your trace here

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim