Wortel yang saya tanam

Wah-wah sudah 2 abad saya tidak buka blog saya, saya sampai lupa password masuk ke sini apa. Terus dengan konfirmasi sana-sini., akhirnya bisa masuk juga. Kangen menulis..

Karena saya lagi heboh seneng berkebun, maka tema yang akan saya bahas kali ini adalah hal yang berhubungan dengan berkebun. Anyway, saya ceritakan dulu nih tentang kebun saya yang baru ini. Kebun saya ini usianya baru sekitar 4 bulan. Tadinya kebun saya di halaman belakang rumah saya, terus tetangga kiri dan kanan mulai membangun rumah mereka. Ya jadinya sinar matahari ke halaman belakang jauh berkurang dan tidak cocok lagi menanam sayur di sana. Tapi saya tidak menyerah, saya pindahkan kebun sayur saya ke depan yang masih banyak sinar mataharinya. Alhmadulillah, bisa tumbuh dengan baik dan sudah panen macam-macam sayur.

Kembali ke topik kita, mungkinkah menanam wortel di dataran rendah? Emang kenapa nanya… Wortel itu kaka cocoknya ditanam di dataran tinggi, gitu lho. Makanya kalau kita lewat ke daerah puncak, pemandangan sepanjang jalan adalah kebun sayur dan banyak wortel dijual di sana, gemoy-gemoy! Sedangkan saya tinggal di dataran rendah yang temperatur udara di sini panasnya pollll. Tapi saya maksa pengen nanam wortel 😀

Maka dimulailah perburuan benih wortel, alasan ibu-ibu untuk belanja gitu kan ya.. Apakah ada benih wortel khusus untuk dataran rendah? Setelah cari-cari ternyata tidak ada. 😀 Benih wortel yang terkenal adalah benih Kuroda, jelas tertulis di situ untuk dataran tinggi. Menyerah? Belum dong.. Tetep benih dibeli, tapi yang hanya 2 ribuan aja!! Jadi kalau pun gagal gak rugi-rugi amat.

Benih wortel yang saya tanam harganya 2000 rupiah 😀

Selanjutnya, menyiapkan media tanam. Wortel adalah jenis tanaman sayur-sayuran umbi-umbian, sehingga membutuhkan media tanam yang subur dan gembur. Maka media tanam yang yang siapkan adalah campuran kompos, pasir, tanah kebun dengan perbandingan 1:1:1. Karena tanah kebun saya yang suburnya dangkal (karena urukan), maka saya putuskan menanam wortel di pot yang cukup dalam. Cukup 1 pot saja..

Tanggal 15 Mei 2025, benih wortel disemai. Benih wortel harus disemai secara langsung di media tanam, karena akar wortel tidak suka diganggu sewaktu tumbuh. Jadi cukup dikorek-korek saja media tanam sedalam 1 cm, kemudian taburkan benih, tutup dengan tanah kembali. Setelah benih disemai, siram dengan air sampai basah. Setelah itu menunggu..

Jangan lupa selalu tag nama tanaman yang ditanama dan tanggal penyemaian tanaman

Daerah panas seperti di tempat saya tinggal, benih-benih lebih cepat tumbuh, 3 hari bayi tanaman wortel sudah muncul. Selanjutnya tahap pemeliharaan bayi wortel. Memelihara bayi wortel sama dengan bayi tanaman lainnya, harus disiram dan dilindungi dari hama. Alhamdulillah tidak ada hama yang datang, aman tinggal rajin-rajin menyiram. Jangan sampai telat disiram ya.. wortel butuh air yang konsisten. Etapi ibu-ibu mah rajin nyiram kan ya, merawat tanaman udah seperti merawat bayi, juga terapi menghindar sejenak dari urusan hidup lainnya yang lebih rumit (curhat ya..) 😀

Wortel tumbuh dengan baik, ada 1 step yang beraat banget untuk dilakukan, yaitu penjarangan!! Emang kenapa harus dilakukan penjarangan? Kan waktu kita menebar benih tuh benih susah untuk berbaris rapi dengan jarak yang sama, ada aja yang nempel berdekatan, makanya tumbuhnya ada yang terlalu dekat satu sama lain. Nah itu tuh harus dijarangin! Supaya apa? Supaya wortel tumbuh dengan baik, tidak rebutan makanan, tidak rebutan tempat tumbuh umbinya. Cara menjarangkan? Jika ada 2 atau lebih wortel yang tumbuh berdekatan, dipilih saja tanaman wortel yang tumbuhnya paling baik, itu yang dipertahankan, sisanya dicabut saja. Sedih.. gak usah dibawa ke hati nanam wortel mah, biasa aja. 😀 Kalau mau, bayi tanaman wortel bisa dimakan, jadi pas dicabut biar gak sedih dimakan aja..

Bulan berlalu, menyiram, melindungi dari hama, wortel masih tumbuh dan kelihatan sehat. Ada umbinya? Entah 😀 Bagaimana tahu ada wortel umbi di bawahnya? Dintip-intip saja.. kalau kelihatan ada warna orange gitu berarti itu umbi wortel!! Ukurannya?? Nah ini dia, konon wortel di dataran rendah tumbuh lebih kecil dibandingkan wortel yang ditanam di dataran tinggi. Kenapa? Karena udara panas menyebabkan tanaman lebih cepat matang dan tua, sedangkan di dataran tinggi, umbi dan buah (misalnya tomat) berkembang lebih lambat karena cuaca dingin membuat tanaman berkembang mencapai ukuran maksimum. Kalau begitu biarin aja sampai wortel ukurannya besar.. sayangnya setelah ukuran maksimum, wortel akan tua dan teksturnya menjadi keras seperti kayu. Jadi, kapan wortel harus dipanen? Katanya usia 2,5 bulan sampai 4 bulan bergantung varietas.

Hari ini 27 Juli 2025, hampir 2,5 bulan waktunya wortel dipanen dong.. hasilnya? Sudah bisa diduga hasilnya kecil mungil.. tapi lumayan bisa untuk campuran nasi goreng hari ini. 😀 Kesimpulan, apakah bisa menanam wortel di dataran rendah? Jawabnya bisa, tumbuh.. tapi hasilnya tidak sama dengan hasil jika ditanam di dataran tinggi. Kalau untuk sekedar bersenang-senang, menambah pengalaman menanam wortel boleh dicoba.

Inilah hasilnya menanam wortel di dataran rendah, hasil maksa

2 responses to “Menanam Wortel di Dataran Rendah, Mungkinkah?”

  1. Ransel Hari Avatar

    Alhamdulillah wortel tumbuh. Berarti kita yang hidup di dataran rendah masih bisa menanam tanaman dataran tinggi. 😁

    Like

    1. Yanti Avatar

      Bisa kak tapi hasilnya tidak sebagus kalau ditanam di dataran tinggi

      Like

Leave a reply to Yanti Cancel reply

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim