
“Daerah Jakarta dan sekitanya hari ini cerah berawan, suhu berkisar 30 derajat celsius…”
Demikian pembawa acara prakiraan cuaca di tv membawakan berita prakiraan cuaca. Bukan bagian berita yang terlalu penting bagi kita orang Indonesia dibandingkan berita politik, kriminal dan bahkan gossip artis sekalipun.
Orang Indonesia bukan masyarakat yang biasa mengamati prakiraan cuaca di pagi hari. Karena apa? Karena cuaca setiap hari hampir sama. Setiap hari ramalannya mirip-mirip, berawan, cerah, cerah berawan, sedikit hujan, apalagi suhu udara begitulah setiap hari.
Lain halnya dengan di negara yang memiliki empat musim. Pengalaman saya waktu saya tinggal di Jepang, mereka selalu melihat prakiraan cuaca setiap pagi. Semua kegiatan, baju apa yang dipakai akan bergantung pada cuaca seperti apa hari itu. Nah, berhubung kebiasaan saya tidak pernah melihat prakiraan cuaca seperti umumnya orang Indonesia, di Jepang pun saya tidak pernah melihat prakiraan cuaca. Dan akibatnya (terkadang) fatal.
Pernah suatu hari saya keluar rumah mendapatkan semua orang membawa payung lengkap dengan sepatu bootnya. Nah, sepertinya hanya saya yang tanpa persiapan apa pun menghadapi hari itu, tidak payung apalagi boot. Dan.. pada siang harinya hari hujan pun turun… bukan hujan lebat seperti di sini hanya hujan rintik-rintik dan saya pikir akan berhenti dalam beberapa menit. Ternyata saudara-saudara hujan tidak berhenti dalam tiga hari!! Subhanallah, saya baru tahu model hujan begitu. Intensitasnya tidak berkurang sedikit pun selama tiga hari. Ternyata itulah kenapa orang-orang di sana harus membawa payung dan memakai sepatu boot. 😂😂

Oh iya, saya suka banget spatu boot yang mereka pakai pada saat hujan. Berbeda dengan sepatu boot biasa yang terbuat dari kulit, sepatu boot untuk hari hujan terbuat dari plastik water proof. Ukurannya ada yang sampai betis ada yang hanya sampai mata kaki. Warnanya bukan hanya hijau atau hitam seperti boot pekerja gitu, tapi berwarna warni dan dihiasi dengan gambar lucu-lucu serta cantik seperti bunga dan daun-daun.

Mungkn anda juga pernah melihat di film-film Jepang bahwa model payung di sana transparan ya. Sebenarnya ada 2 jenis payung di sana: payung untuk musim hujan (yang transparan itu) dan payung musim panas (biasanya berwarna gelap untuk menahan sinar matahari). Payung musim hujan dijual di mana-mana dengan harga sangat murah, hanya 100 yen (sekitar 10-12 ribu rupiah). Sedangkan payung musim panas lebih mahal, karena bahannya lebih bagus dan banyak asesorisnya.
Kenapa payung musim hujan murah dan berwarna transparan? Karena seringnya hujan di sana diiringi dengan angin kencang yang membuat payung terlipat dan rusak. Kalau sudah rusak ya dibuang saja, toh bisa beli lagi yang baru dengan harga murah. Pada saat angin kencang, kita bisa berlindung di balik payung dan masih bisa berjalan karena payungnya transparan.
Topik perbincangan mengenai cuaca merupakan topik yang penting. Pernah ada seorang nenek keluar rumah dan bertemu saya pada musim dingin dan bilang: “Hari ini hangat ya..” Saya agak bingung aja apanya yang hangat, bagi saya sama aja bikin menggigil. Ternyata menurut prakiraan cuaca hari itu suhu udara berubah dari 4 derajat hari sebelumnya menjadi 6 derajat hari berikutnya. Sungguh luar biasa orang di Jepang, 6 derajat celsius itu hangat. 😂😂
Saya adalah tipe orang yang tidak tahan dengan dingin. Pada saat menjelang musim panas, orang-orang sudah menggunakan baju kemeja tipis saya masih menggunakan jaket tebal. Saya cuek aja, walau mendapat tatapan aneh, habisnya menurut saya suhu udara masih dingin menusuk tulang dan bikin hidung meler. Hehe.
Sekarang saya mencoba membiasakan diri melihat prakiraan cuaca, dan saya pasang prakiraan cuaca di hp saya..

Leave a reply to deadyrizky Cancel reply