image.jpeg
Gambar nemu di Google

Sudah lama saya tidak bercerita tentang Mirna nih. 🙂 Alkisah Mirna adalah seorang perempuan cantik, seksi, cerdas dan sangat pintar bergaul. Semua orang senang berbincang dengan Mirna. Masih ingat kan dengan mantannya Mirna yaitu Sugito? 🙂 Mari kita lanjutkan ceritanya..

Mirna adalah perempuan yang supel tapi hal itu selalu membuat Sugito cemburu. Kemana pun Mirna pergi selalu banyak temannya, termasuk teman laki-laki. Sugito sangat tidak suka. Sugito selalu berpikir semua laki-laki tertarik dengan Mirna, walaupun Mirna tidak merasakan hal tersebut.

Pada saat awal, hubungan mereka sangat indah. Mereka tertarik satu sama lain secara fisika dan emosional. Mereka saling jatuh cinta. Tapi seiring waktu Sugito merasa terancam dengan gaya Mirna bergaul. Sugito merasa semua laki-laki akan merebut Mirna darinya.

Walaupun Mirna tidak pernah sekali pun mengkhianati Sugito, tapi Sugito selalu curiga dan cemburu. Mereka selalu terlibat pertengkaran hebat dan berakhir dengan kata putus. Sugito selalu menuduh semua gara-gara Mirna yang memang ingin bebas dan tidak setia. Sugito itu memang agak aneh, tapi sepertinya bukan hanya Sugito yang punya penyakit aneh begini. Banyak..

Sugito mempercayai bahwa rasa cemburunya adalah karena cintanya yang sangat kepada Mirna, dia berusaha untuk melindungi cintanya dari ancaman laki-laki yang ingin merebut Mirna.

Tapi setelah putus Sugito mulai melihat tidak ada yang salah dengan Mirna. Mirna adalah seorang perempuan setia dan memang begitulah adanya Mirna. Kecemburuannya tidak ada hubungannya dengan Mirna tapi berasal dari rasa tidak aman nya sendiri (insecurity). Tapi Mirna lah yang menyebabkan perasaan tidak aman itu muncul, yang sebenarnya rasa itu sudah ada sebelum kenal Mirna. Cemburu Sugito bukan cinta tapi rasa takut. Seharusnya Sugito bisa belajar dari rasa sakit yang dia alami.

Kita tidak akan pernah bisa memiliki seseorang, memaksa seseorang mencintai kita, memenuhi semua kebutuhan kita atau mengatur apa yang harus dilakukan oleh orang lain. Sebagaimana pun dekatnya kita denga pasangan hidup kita tetaplah dia sebagai individu mandiri.

Kesetiaan berasal dari rasa percaya (trust) dan rasa hormat (respect). Rasa percaya, hormat, rasa aman dan cinta bukan karena tuntutan tetapi karena memang komitmen di antara kita dan pasangan. Jika semua berkomitmen menjaga perasaan masing-masing tentu tidak ada alasan bahwa kita takut kehilangan orang yang kita cintai, karena dalam cinta itu sendiri ada respect dan loyalty.

Mungkin kalau hanya sedikit cemburu sebagai pemanis kehidupan cinta, kadang ngambek terus baikan bolehlah.. Tapi kalau cemburu yang membabi buta sampai tidak bisa melihat mana fakta atau hanya imaginasi dan merusak hubungan itu sendiri, mengontrol bakan terjadi kekersan nah itu perlu penanganan khusus. 🙂

10 responses to “Apakah semua cemburu itu berarti cinta?”

  1. Uchi Avatar

    Setujuu…:)

    Liked by 1 person

    1. yanti Avatar

      Terima kasih 🙂

      Like

  2. Adi Setiadi Avatar

    Cemburu membabi buta adalah pasangan dari cinta buta

    Like

    1. yanti Avatar

      🙂

      Like

  3. nyonyasepatu Avatar

    Kalau membabi buta serem ah

    Liked by 1 person

    1. yanti Avatar

      Yup 🙂

      Like

  4. Sekar Avatar

    tapi emang kayaknya cinta itu kalo nggak kekontrol bisa jadi obsesi yang menyeramkan. jadi inget psikopat tiba-tiba 😦

    Liked by 1 person

    1. yanti Avatar

      Iya kayak di film2 horor gitu ya hehe

      Like

  5. siperibiru Avatar

    “Kita tidak akan pernah bisa memiliki seseorang, memaksa seseorang mencintai kita, memenuhi semua kebutuhan kita atau mengatur apa yang harus dilakukan oleh orang lain. Sebagaimana pun dekatnya kita dengan pasangan hidup kita tetaplah dia sebagai individu mandiri”

    I do agree mbak, nice posting, salam kenal yaa mbak 😊

    Liked by 1 person

    1. yanti Avatar

      Terima kasih sudah membaca blog saya. Salam kenal juga 🙂

      Like

Leave a reply to Uchi Cancel reply

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim