
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan ke depan
Aku ingin lama jadi petamu
aku ingin jadi jagoan mu
Demikian sepenggal lagu yang dinyanyikan oleh Tulus dengan judul “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. Lagu yang enak didengar dan benar-benar memberikan inspirasi untuk saya.
Kembali ke pasangan Mirna dan Sukri, haruskah Mirna menerima kebiasaan Sukri yang suka telat hampir 2 jam setiap menjemput Mirna dari pasar? Sudah capek belanja sayur, berat-berat bawa sayur, janji dijemput jam 11 datang jam 1 siang. Kan sudah keburu kelaparan dan kehausan. Kalau Sukri ditegur Mirna karena telat, Sukti selalu bilang katanya kamu cinta, kamu harus terima aku apa adanya. Haruskah Mirna menerimanya? *tepok jidat
Berubahlah untuk menjadi dewasa
Tidak ada manusia yang sempurna dan kita tidak mencari orang yang sempurna untuk menjadi pasangan kita. Penerimaan apa adanya terhadap pasangan hanya yang berhubungan dengan hal-hal yang diberikan oleh Tuhan. Seperti kecantikan, keturunan, kekayaan, tanggal lahir, tahun lahir misalnya yang tidak mungkin diubah lagi. Kita belajar menerima ketidaksempurnaan pasangan kita supaya kelihatan sempurna. Ciaaah 😀 Tapi bagaimana dengan kebiasaan Sukri tadi haruskah dia berubah? Bagaimana jika pasangan kita suka berkata dan berbuat kasar, pemabuk atau selingkuh, haruskah kita menerimanya?
Ketidaksempurnaan yang berhubungan dengan kebiasaan buruk sangat mungkin diubah. Sebagai manusia yang seiring waktu menjadi tua, setiap hari kita juga harus berubah menjadi lebih dewasa. Jangan sampai kita menjadi tua yang hanya keriput tetapi kelakuan masih seperti anak-anak. Permintaan Tulus untuk tidak menerima dia apa adanya sangat menggugah saya, kita harus berubah menjadi lebih baik dan lebih dewasa.
Permintaan Mirna kepada Sukri untuk supaya tidak telat lagi tentu bukan sesuatu yang luar biasa. Sukri harus mencoba menjadi orang yang lebih baik untuk dirinya sendiri dan untuk Mirna. Begitu pula dengan dengan kebiasaan dan kekurangan lain, walapun pasangan tidak menuntut kita untuk berubah tetapi kita tidak ada salahnya kita harus selalu berusaha mengubah kebiasaan dan perilaku buruk.
Kita mencintai anak kita apa adanya, tanpa syarat apa pun. Tapi cinta di antara orang dewasa perlu dipelihara, seperti kebun perlu dipupuk dan disiram supaya terus tumbuh. Cinta orang dewasa dipelihara dengan kasih sayang, pengertian dan perhatian. Jadi jangan berlindung di balik cintai aku apa adanya demi mempertahankan kebiasaan dan kelakuan buruk, Tulus saja tidak meminta dicintai apa adanya. 🙂

Leave a reply to RahmanBatopie, M.gs Cancel reply