image
Gambar dari Vemale.com

Sukri bukanlah laki-laki pertama di hati Mirna. Sebelum jatuh cinta dengan Sukri, Mirna pernah menjalin hubungan kasih dengan Sugito (juga nama samaran).

Mirna dan Sugito dulu adalah pasangan yang sangat berbahagia. Kemana-mana mereka selalu berdua seperti kembar identik. Tapi setelah sekian lama, mereka sering bertengkar. Mirna tidak suka Sugito terlalu suka dengan hobinya mancing ikan betik di sungai. Entah kenapa Mirna gak suka aja, kok kayaknya buang-buang waktu aja nyariin ikan betik gak jelas gitu. Putuslah hubungan kasih mereka akhirnya.

Namun demikian Mirna masih suka terbayang-bayang Sugito walau mereka sudah putus. Sugito pernah memberikan hadiah ulang tahun sandal jepit merek Swallow. Cuma sendal jepit sih, tapi waktu itu lagi butuh banget sendal jepit dan Mirna tidak punya uang. Sugito menjadi pahlawan. Jadi setiap melihat sendal jepit selalu teringat Sugito.

Sakit hati

Konon lebih baik sakit gigi daripada sakit hati kata yang sedang sakit hati, walaupun seandainya dia sakit gigi saya yakin dia akan lebih memilih sakit hati daripada sakit gigi. Sakit cyyn…

Sakit hati karena putus cinta ditanggapi otak sama dengan saat sakit gigi. Konon menurut penelitian, bagian otak yang aktif jika diperlihatkan foto mantan adalah bagian otak yang sama jika sakit bagian badan lain contoh sakit gigi tadi. Jadi sakitnya ketika putus cinta itu bukan mitos!

Kecanduan

Pada saat awal putus cinta dengan Sugito, bagaimana pun tidak sukanya Mirna dengan hobi Sugito mancing ikan betik Mirna masih sempat mikir-mikir mau balikan. Kadang suka stalking Sugito di facebook, twitter atau kepo kapan Sugito online di WA. Kok rasanya ada yang hilang. Kalau biasanya Sugito mau dipaksa jemput Mirna setelah beli sayur di pasar, sekarang tidak ada lagi. Ingin rasanya Mirna menulis pesan di WA atau komentar tentang foto Sugito yang lagi memperlihatkan ikan betik hasil tangkapannya.

Mirna seperti orang kecanduan, kecanduan perhatian dari Sugito. Pada saat jatuh cinta otak akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Hormon ini disebut hormon kebahagiaan, hormon ini membuat orang menjadi kecanduan. Maka pada saat putus cinta Mirna memperlihatkan tanda-tanda sakau, kecanduan dopamin.

Dapatkah disembuhkan?

Untunglah otak kita memiliki sistem penyembuhan yang baik. Otak akan mencoba untuk mengembalikan keadaan yang menyakitkan ke keadaan semula. Kita bisa mempercepat kerja otak menyembuhkan dirinya sendiri:

  1. Buang semua foto mantan. Jangan coba-coba stalking, kalau perlu blok semua hubungan di sosial media. Jangan datang ke tempat-tempat kenangan waktu bersama mantan. Itu semua akan mengingatkan masa-masa bahagia dengan mantan.
  2. Jika tiba-tiba ada keinginan untuk mengingat mantan, coba alihkan perhatian. Ngepel jalan, atau ngelurusin toge lah, apa saja yang bermanfaat mengalihkan perhatian dari mikirin mantan.
  3. Olah raga. Ikut olah raga misalnya naik gunung, yoga, gym atau olah raga apapun. Olah raga tinju baik juga, bisa melampiaskan kekesalan sama mantan 😀 Pada saat olah raga otak akan mengkompensasi rasa sakit karena patah hati.
  4. Pikirkan semua hal yang buruk tentang mantan. Betapa bajingannya mantan, betapa bencinya Mirna melihat Sugito mancing ikan betik. Tapi mantan saya ganteng? Gak perduli, kalau dia bajingan buang saja.

Putus cinta adalah pelajaran hidup, ambil pelajarannya lupakan mantannya. Ikuti prosesnya. Setelah sekian lama Mirna pun melupakan Sugito dan kembali jatuh cinta dengan Sukri. Ikuti kisah cinta Mirna selanjutnya. 🙂

Sekian.

3 responses to “Apa yang terjadi pada saat putus cinta”

  1. Ahmet Gozubuyuk Avatar

    Love is a wonder 🙂

    Like

    1. yanti Avatar

      Indeed 🙂

      Like

      1. Ahmet Gozubuyuk Avatar

        You are my the most beautiful wonder in the world. No one is beautiful than you.

        Liked by 1 person

Leave a reply to yanti Cancel reply

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim