Sudah sebulan ini saya mengikuti program tahsin setiap hari Sabtu pagi bersama beberapa orang lain yang juga ibu-ibu dan bapak-bapak di sebuah pengajian.
Tahsin adalah program belajar membaca Al-Quran penekanan pada koreksi membaca Al-quran makhraj dan tajwidnya.
Al-Quran yang digunakan adalah Al-Quran Utsmani yaitu Al-Quran cetakan asli Arab Saudi. Saya baru tahu bahwa ternyata banyak jenis cetakan Al-Quran 😊. Konon kata guru saya ada beberapa Al-Quran cetakan Indonesia yang salah cetak. Nah..
Untuk mencetak Al-Quran harus melalui proses ketat yang diteliti oleh para ahli Al-Quran dan para hafidz. Kenapa cetakan Al-Quran Indonesia berbeda dengan cetakan Arab Saudi? Karena Al-Quran cetakan Indonesia sudah disesuaikan dengan cara membaca orang Indonesia. Orang Arab tuh sudah biasa membaca tulisan Arab gundul sekalipun. Saya baru tahu beberapa tanda berbeda tetapi dibacanya tetap sama.
Selain belajar makhraj juga belajar tajwid. Tajwid hanya digunakan untuk membaca Al-Quran tidak perlu digunakan untuk bacaan Arab lain atau hadits sekalipun. Jadi kalau ngobrol sama orang Arab atau baca koran Arab tidak perlu pake tajwid 😄. Contoh انت (dibaca anta artinya kamu) kalau dalam Al-Quran mengandung tajwid ikhfa yang harus dibaca dengung dan ditahan. Nah, gak mungkin banget tuh orang Arab manggil kawannya annnngta, berdengung dan ditahan agak panjang 😄.
Tidak akan pernah rugi untuk belajar. Saya belajar Al-Quran sejak kecil boleh dikatakan lancar membacanya. Tapi setelah mengikuti pelajaran ini alhamdulillah banyak pengetahuan baru.

Say something and leave your trace here