Sosis, adalah makanan yang paling banyak di-abuse oleh industri. Seharusnya sosis itu isinya hanya daging, karena memang tujuan awal pembuatan sosis adalah untuk mengawetkan daging. Nah, kalau dagingnya porsinya hanya 20-40% saja, terus yang mau diawetkan itu apa?
Sosis jenis premium tentu lebih mahal karena porsi dagingnya lebih banyak, tapi tetap ada tambahan penstabil, pewarna, pengawet di dalamnya. Apalagi sosis yang murah meriah yang bahan yang digunakan untuk sosis bakar yang dijual sangat murah kepada anak-anak. Dagingnya sedikit, sisanya adalah pengisi berisi tepung-tepungan seperti tepung jagung, tepung kentang, tepung tapioka atau tepung kedelai, ditambah penstabil, pewarna dan pengawet . Sosis yang isinya seharusnya daging, tiba-tiba menjadi sangat murah padahal daging harganya mahal.
Nah ibu-ibu harap berhati-hati terutama jika sosis tersebut diberikan kepada anak-anak. Sosis jenis ini dikategorikan sebagai makanan ultra processed, dan tidak sehat untuk anak-anak. Yuk kita buat sosis di rumah, agak ribet memang tapi sangat layak untuk dikerjakan demi kesehatan kita semua. Sosis itu enak karena sudah diberi bumbu dan bisa disimpan di dalam freezer untuk dimakan nanti. Jika ibu yang membuat, ada tambahan cinta di dalamnya karena ingin memberikan makanan terbaik untuk anaknya.
Dasar-Dasar Membuat Sosis
Untuk percobaan pertama membuat sosis bisa menggunakan daging ayam karena bisa lebih murah, tapi kalau ada daging sapi lebih baik. Kunci sukses sosis yang enak selain daging harus segar adalah kadar lemak di dalam sosis sekitar 20%. Jika sosisnya menggunakan daging sapi mudah menentukannya, tapi jika menggunakan daging ayam, tambahan lemak bisa menggunakan mentega. Jika kurang mengandung lemk,tekstur sosis akan kering tidak juicy gitu. Tapi jika memang tidak ingin ada lemaknya mau sosis yang benar-benar lean tidak mengandung lemak itu pilihan.
Dasar lain dalam membuat sosis adalah daging harus selalu dalam keadaan dingin. Jika yang digunakan daging giling dari pasar, masukkan dulu ke dalam freezer atau kulkas sampai dingin tapi masih empuk. Selain menjaga supaya tidak ada bakteri berkembang pada daging (terutama daging ayam), daging keadaan dingin juga menghambat lemak dalam daging meleleh sehingga mudah diolah. Jadi higienitas harus sangat dijaga ya ibu-ibu..
Selanjutnya bumbu-bumbu yang digunakan minimalis saja yang penting bisa diterima oleh lidah kita orang Indonesia. Banyak sekali jenis sosis di dunia bergantung jenis daging yang digunakan, teknik mengolahnya dan bumbu yang digunakan. Kita mulai yang dasar dulu tapi rasanya jelas enak. Untuk casing-nya sekarang banyak pilihan dijual online di marketplace. Saya lebih suka menggunakan casing kolagen lebih mudah digunakan juga bisa dimakan.
Sosis Sapi Bumbu Dasar
Bahan:
- 1 kg daging sapi giling, 20% lemak
- 2 sdm garam
- 1 sdm merica bubuk
- 1 sdm paprika bubuk
- 1 sdm cabai bubuk
- 2 sdm bawang putih bubuk
- casing sosis
Prosedur:
- Jika daging masih hangat masukkan daging ke dalam kulkas atau freezer sampai dingin tapi masih empuk
- Campurkan semua bumbu, aduk-aduk sosis dengan bumbu menggunakan tangan, remas-remas sampai bumbu menyatu dan daging bisa dibentuk.
- Masukkan kembali daging ke dalam kulkas sampai dingin.
- Siapkan casing sosis. Saya menggunakan alat untuk memasukkan daging ke dalam sosis, tapi kalau tidak ada bisa menggunakan plastik segitiga. Saya pernah mencoba ini agak sulit..
- Isi sosis sebagaian-sebagian. Jangan biarkan daging di suhu ruang terlalu lama. Setiap selesai memasukkan daging, masukkan sisa daging kembali ke dalam kulkas. Sosis yang sudah masuk casing pun harus langsung dimasukkan ke dalam kulkas.
- Setelah selesai semua daging masuk casing, tusuk-tusuk sosis dengan jarum pentul. Tujuannya untuk mengeluarkan udara dari sosis dan meminimalkan sosis meledak dari casing. Kemudan masukkan sosis di dalam kulkas beberapa jam supaya semua bumbu meresap ke dalam daging. Bentuk dapur mungkin agak kacau bentuknya 😀 , jadi bisa dilanjutkan bersih-bersih dan cuci-cuci piring. Tips: gunakan air panas untuk menghilangkan lemak dan sisa-sisa daging di alat-alat yang digunakan untuk membuat sosis.
- Setelah disimpan di dalam kulkas beberapa jam, sosis bisa langsung digunakan yang disebut fresh sausage. Sosis fresh bisa diolah dengan cara dibakar, digoreng dll. Sisanya sosis bisa divakum dan simpan di dalam freezer.
- Tapi jika ingin menyimpan soisi yang sudah matang, sosis bisa dikukus, direbus atau dipanggang di bara api dulu sebelum divakum dan disimpan. Supaya sosis tidak meledak dari casing-nya gunakan api kecil sekali, kukus/rebus/panggang selama 20-30 menit. Selanjutnya sosis matang divakum dan disimpan di dalam freezer. Sosis matang bisa langsung dimakan atau dihangatkan terlebih dahulu sebelum dimakan. Karena freezer saya sudah penuh, maka sosis saya masukkan ke toples dan diawetkan dengan teknik pressure canning.


Say something and leave your trace here