Saya sangat terobsesi untuk bisa menanam jamur sendiri. Entah sudah berapa kali saya mencoba membeli bibit jamur, membuat baglog sendiri, menanam sendiri, dan.. berakhir gagal, tidak ada satu pun jamur yang tumbuh. Kalau sudah dikumpulkan modal untuk eksperimen menanam jamur, mungkin sudah kiloan jamur yang bisa dibeli di pasar 😀 .

Petualangan belum berakhir. Saya masih penasaran. Saya mulai dari bawah, beli baglog yang sudah jadi, tinggal tanam, tunggu jamur tumbuh. Dan.. gagal juga haha. Jamur tumbuh keluar sedikit tapi baru beberapa hari mati kekeringan. Ngomong-ngomong ada temen-temen yang punya pengalaman seperti saya gak sih, menanam jamur gagal terus?

Di bulan ini, keinginan itu tumbuh lagi karena masih gagal terus. Saya beli baglog bukan hanya tinggal tanam, tinggal panen 😀 . Saya letakkan di dalam rumah ngikutin tutorial di Youtube, disemprot tiap hari, dirawat. Keluar jamur? Sudah diduga tidak keluar.. Sampai anak saya komentar:”Bunda ngapain itu?” Saya jawab:” Nanam jamur, tapi gagal terus.” Terus dia bilang:”Karena Bunda mengontrolnya. Kenapa Bunda gak taro di luar? Di luar itu lebih lembab Bunda.” Anak saya ahli jamur? Bukan. Mungkin dia hanya pengamat alam. Lalu saya berpikir, iya juga.

Jamur liar yang banyak tumbuh di setiap sudut kebun

Saya benar-benar yakin apa yang dikatakan anak saya sampai saya menemukan jamur hampir di setiap sudut kebun saya. Entah jamur apa pun, jamur liar. Itu tanda tanah saya hidup, banyak sisa hara yang menjadi makanan jamur. Lalu saya berpikir, daripada saya repot nyiram tiap hari, merihatiin dia tiap hari, mendingan mereka saya biarkan hidup di alam bebas di kebun saya. Toh jamur liar yang tidak saya rawat, tiba-tiba semuanya tumbuh sendiri.

Beberapa minggu lalu, beberapa baglog jamur yang sudah lebih dari sebulan saya rawat dan sama sekali tidak tumbuh jamur saya letakkan di sela-sela tanaman saya. Saya tempatkan di tempat teduh, rimbun dan lembab, menyatu dengan jamur-jamur liar yang sebelumnya banyak tumbuh. Setiap hari saya siram, saya perhatikan, saya ajak ngobrol. Saya hanya ingin melihat jamur tumbuh di kebun saya, sesimpel itu. Kalau sekedar mau jamur, di warung pun banyak dijual dan harganya terjangkau. Kalau bisa jadi sulit, kenapa memilih jalan mudah? 😀 😀 . Eh ini filosofi beneran, kalau selalu memilih jalan mudah, instant, anda tidak banyak belajar lho.

Sampai akhirnya hari ini saya melihat sesuatu yang menakjubkan, ada jamur tumbuh cantik.. Kemarin belum ada lho. Hormon kebahagiaan keluar dari otak, ya Allah akhirnya saya melihat jamur tumbuh di kebun saya!! Kebahagiaannya sesimpel itu 😀 . Ternyata ada beberapa jamur lain yang tumbuh juga yang tumbuh, jamur cokelat dan jamur kuping, walau tidak sebanyak dan secantik yang kuning tapi alhamdulillah ya Allah.

Sudah puas? Belum, nanti beli baglog jenis jamur lain siapa tahu tumbuh haha. Baglog yang sudah siap tanam dan sudah diperam beberapa hari sama tukang jamur itu harganya murah cuma 10 – 50 ribu bergantung jenis bibitnya, yang mahal ongkirnya. Lagi mikir gimana caranya mengakali ongkir biar murah..

Selamat hari Sabtu, saya lagi berhayal jamurnya mau dimasak apa. 😀 Mudah-mudahan ada rezekinya dimakan, bukan hanya rezekinya difoto saja.

Say something and leave your trace here

🎉 Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber 💌

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim