Ilusitrasi tanaman cabe di kebun akuh

Saya banyak menanam cabe di kebun, bahkan berbagai macam cabe, seneng saja menanam mereka. Dan.. mungkin terlalu banyak ๐Ÿ˜€ Padahal akhir-akhir ini saya agak sulit makan makanan pedas. Mulutnya sih masih kuat, tapi setelahnya perut tidak enak sampai esok harinya.

Sebagai manusia yang lahir di Indonesia dan besar di Indonesia makanan pedas adalah makanan sehari-hari. Pokoknya setiap hari harus makan sambel yang pedasnya pol. Konon rasa pedas itu menambah nafsu makan, tidak heran jika makan pakai sambel makan jadi lebih lahap. Tapi semakin hari, semakin bertambah usia aka makin tua, diri ini sudah tidak lagi kuat makan pedas. Mengapakah? Yuk mari kita bahas..

Apa itu Rasa Pedas?

Rasa pedas berhubungan dengan sensasi trigeminal (termasuk rasa sakit, dingin, panas) yang dirangsang oleh kimia stimulan capsaicin yang ada di dalam cabe. Capsaicin ini memicu otak merasakan rasa panas terbakar. Pemicu rasa pedas bukan hanya capsaicin (chilies), tapi juga thymol (thyme), piperine (pepper), zingerone (ginger).

Bagian saraf yang berfungsi pada saat merasa pedas namanya TRPV1 yang terdapat pada mulut dan lidah. Saraf ini bisa dilatih. Makanya orang-orang yang terbiasa makan pedas akan lebih toleran dengan pedas, sedangkan orang-orang misalnya orang Barat yang tidak terbiasa terpapar makanan pedas akan lebih merasa terbakar dibandingkan kita-kita yang masih kecil aja sudah disuapin makanan pedas. ๐Ÿ˜€

Semakin Tua Semakin Menjaga Makanan

Nah berhubung makin tua sudah tentu lebih milih-milih makanan, mengurangi gula, mengurangi makanan berlemak dan memilih makanan yang lebih sehat. Nah makanan-makanan itu jarang yang pedas membara. Kan enak banget tuh makan nasi Padang banyak santannya terus ditambah sambal ijo yang pedas. Semua tu sudah dikurangi kecuali acara rapat yang disuguhi makanan kayak gitu, tapi bagian sambelnya diskip ๐Ÿ˜€

Mengkonsumsi makanan yang lebih berbeda, termasuk mengurangi makanan pedas membuat tubuh lebih sensitif terhadap capsaicin. Kemudian persepsi otak kita tentang makanan pedas adalah makanan yang agak menakutkan, nanti bikin diare dan naiknya asam lambung. Konon dengan persepsi begitu akan menambah sensasi terbakar yang lebih hebat dengan kadar capsaicin yang sama.

Tingkat Stress

Karena makanan pedas itu berurusan dengan sistem saraf kita, dan sistem saraf kita berhubungan dengan hormon-hormon yang bekerja dalam tubuh. Stress sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Makanya jangan stress, jangan lebay, begitu kata orang. Ya namanya hidup pasti dipenuhi ujian dan cobaan (kalau kata Pak Ustadz). Hari-hari dipenuhi jadwal pekerjaan, deadline, terkadang harus kerja lembur, belum lagi ujian hidup, ujian rumah tangga, ujian dari anak dan banyak lagi. Euleuh naha semakin tua teh semakin riweuh?? ๐Ÿ˜€

Tingkat stress dalam hidup yang tinggi mempengaruhi tubuh bukan hanya urusan makan pedas, tapi tekanan darah, kadar gula darah, tekanan jantung, alergi dan banyak lagi. Jadi kumaha atuh?? Kan sudah tua, jadi sudah waktunya slow… bekerja? Tentu saja, berikan yang terbaik sebaik yang kita bisa. Tapi biarin aja orang ngejar itu ini, biarin orang mengganggu kita, biarin aja orang menyakiti kita, tidak perlu berkomentar orang yang aneh dan kekanak-kanakan dan lain sebagainya, tidak perlu membalas, tidak perlu mendendam, tetap jadi orang baik. Life balance cenah kata orang. Menulis blog termasuk cara untuk meredakan stress dan perasaan tidak enak.

Perubahan Tubuh Karena Usia

Kalau ini mah tidak bisa dilawan memang alami adanya perubahan kondisi tubuh pada saat usia bertambah. Sewaktu muda tubuh kita kuat makan apa pun, tanpa pantangan. Karena sensitifitas tubuh masih normal. Namun seiring dengan usia sistem pencernaan mulai melambat, tubuh lebih sulit mencerna makanan sehingga capsaicin yang dimakan akan lebih banyak terbawa ke seluruh tubuh dan sensasi terbakar jadi lebih hebat.

Efek Pengobatan

Biasanya semakin tua semakin banyak masalah dalam tubuh sehingga perlu pengobatan yang berlanjut. Beberapa obat yang harus dikonsumsi menyebabkan iritasi pada lambung dan usus, sehingga terpapar capsaicin sedikit saja akan membuat sensasi yang lebih kuat.

Kesimpulan

Memang sepertinya sudah saatnya tahu diri bahwa diri ini tidak lagi muda ๐Ÿ™‚ Sudah waktunya memang mengurangi makanan-makanan yang terlalu pedas, mungkin level pedasnya diturunkan. Hal lain lagi, lebih slow menghadapi hidup, ini peringatan dari Allah bahwa jangan terlalu heboh lagi mengejar dunia, lebih menutup telinga dengan segala hal yang membuat hidup kita jadi lebih buruk, jaga mata kita dari melihat hal-hal yang membuat kita kurang bersyukur (kurangi scroll marketplace ๐Ÿ˜€ ), lebih fokus mengejar akhirat. Tidak mudah.. tapi ini satu-satunya cara menjalani hidup lebih baik lagi.

Selamat hari Selasa, yuk kita bekerja yang terbaik hari ini!!

Say something and leave your trace here

๐ŸŽ‰ Bergabung dengan Komunitas Kami!

266 Subscriber ๐Ÿ’Œ

21,641 hits

HADITS minggu INI

Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.”

~ HR Bukhari & Muslim