
โKalau sayur mah bisa saya dibeli di pasar, saya hanya mau nanam bunga.โ
โRepot amat nanam kangkung di halaman, di pasar cuma seribu lima ratus seikat gak perlu nanam dulu,โ
โBelum nyiramnya, belum mupuknya, belum jagainnya dari ayam, pokoknya repot.โ
Demikian beragam komentar dari teman-teman yang tahu saya menanm berbagai macam sayur di halaman rumah. Sekarang ini ada pohon: belimbing, jambu, anggur, lemon, pisang, strawberry dan buah naga sebagai tanaman buah. Tanaman sayur saya sekarang ini (saya ganti-ganti): jagung, pak choi, seledri, kacang edamame, tomat, cabe, paprika dan letuce. Tanaman herbal saya: kunyit, jahe, lengkuas, kencur, daun suji, dan serai. Banyak bukan? Kedengarannya saya seperti penyuplai sayur pasar induk ๐๐. Kenapa saya repot-repot menanam sayur dan buah di halaman rumah?
Sebenarnya bukan hanya sayur yang saya tanam saya juga menanam bunga, tetapi menanam sayur di halaman rumah masih kalah populer dibandingkan dengan menanam bunga. Padahal waktu kecil dulu saya ingat ada istilah dapur hidup, sekarang orang-orang lebih suka hidup lebih praktis: beli sayur di pasar. Memang repot, harus menyiram, memupuk, belum lagi kadang kesel kebun diacak-acak ayam tapi saya mendapat banyak manfaat dari berkebun sayur dan buah.
Ingatan Masa Kecil
Waktu saya kecil dulu entah mengapa saya punya ingatan bahwa saya suka dibawa-bawa nenek saya ke kebun. Nenek saya meninggal pada saat saya SMA, seingat saya, saya suka dibawa nenek saya berkebun waktu saya berumur 4/5 tahunan. Nenek saya menanam berbagai macam sayur: timun, kacang, jagung, singkong, talas dan banyak lagi termasuk menanam padi. Nenek saya juga memelihara ikan, ayam dan domba. Tidak pernah kekurangan makanan di rumah. Perasaan nyaman pada saat di kebun ini sampai sekarang masih melekat di hati. Ya. di kebun membuat saya merasa nyaman, bukan hanya di kebun sayur tetapi juga di kebun bunga.
Menjadi Sumber Nutrisi Keluarga
Alasan melankolis berhubungan dengan perasaan menjadi alasan utama, ada beberapa alasan lain kenapa saya menanam sayur di halaman rumah:
- Menjadi sumber nutrisi keluarga. Dengan menanam sayur dan buah di halaman rumah tidak perlu lagi beli sayur ke pasar atau hanya beli beberapa macam saja. Saya bisa panen cabe, tomat, kankung, bayam, jagung, kacang, timun, sawi dll. Semua ditanam organik tanpa zat kimia. Lumayan bisa menghemat uang belanja ๐คญ๐คญ
- Bisa bersedekah. Terkadang sayur yang saya tanam berlebih, jadi kelebihannya bisa saya bagi dengan tetangga atau teman.
- Menjadi hiburan pengisi waktu. Sudah 2 tahun ini saya tidak menonton tv, sarana hiburan dan pengisi waktu senggang saya membaca dan berkebun.
- Halaman menjadi cantik dan hijau. Walau tidak hjau lagi kalau sudah panen sayur, tetapi lebih sering hijaunya. ๐
- Tidak membuat halaman menjadi keras dan mengganggu daya serap air hujan. Dengan menggunakan halaman untuk menanam sayur dan buah saya banyak menambahkan pupuk kandang dan kompos sehingga tanah menjadi gembur dan subur. Halaman rumah juga tidak disemen sehingga daya serap air tidak terganggu.
- Lebih sehat, karena selalu memakan bahan sayur organik serta berkebun menjadi saranan olah raga di luar.
- Lebih menghargai makanan, petani dan alam sekitar.
Semoga menjadi inspirasi untuk anda yang ingin menanam sayur dan buah di halaman rumah. Tidak perlu besar, kecil pun bisa, menggunakan pot pun bisa kalau tidak punya lahan. Lets grow food.. grow what you eat and eat what you grow.
Selamat hari Minggu!!

Say something and leave your trace here